SELAMAT DATANG DIINFO TENTANG KESEHATAN, DAPATKAN APA YANG ANDA CARI DISINI...ADA JUGA ARTIKEL LAIN (SPORT, LIVE STYLE, POLITIK, EKONOMI BISNIS, TEHNOLOGI, SELEBRITI DAN MASIH BANYAK LAGI
Tampilkan postingan dengan label Love Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2012

Jangan Gosok Piring Melamin Terlalu Keras


Untuk menjaga kesehatan anak, orangtua selalu ingin memberikan asupan makanan yang bergizi, dan menjaga higienitas anak. Namun, masalah higienitas belum seluruhnya dilakukan, karena orangtua cenderung lebih memperhatikan kebersihan yang terlihat saja, terutama pada peralatan makan anak.



"Daya tahan tubuh anak, terutama bayi di bawah lima tahun, sangat rendah, sehingga sedikit terkena bakteri mereka bisa langsung sakit," ungkap dr Dicky Pribadi, SpA, MKes, dari RS Mitra Keluarga Depok, dalam acara Scotch Brite "We Care", di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.

Peralatan makan anak-anak biasanya terbuat dari plastik atau melamin. Meski melamin terbilang aman untuk digunakan, namun cara perawatan dan pencucian yang salah bisa membuat peralatan makan ini tidak aman digunakan oleh anak. "Seringkali ibu-ibu mencuci melamin dengan cara menggosoknya terlalu keras," tambahnya.

Padahal, melamin termasuk salah satu bahan yang mudah tergores. Jika dicuci dengan menggunakan spons yang kasar dan digosok terlalu keras akan menimbulkan goresan di dalamnya. Goresan pada melamin inilah yang sebenarnya sangat berbahaya, karena lekukan goresan sering menjadi sarang bakteri, terutama bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit) seperti Salmonella sp, atau e. coli. Goresan ini akan menyebabkan peralatan makan sulit dibersihkan dengan cara dicuci.

"Meski hanya satu goresan kecil saja, sudah banyak bakteri yang berkumpul di situ," ujar Dicky.

Banyaknya bakteri patogen yang berkumpul di goresan pada piring melamin akan menimbulkan berbagai penyakit pada bayi, misalnya diare, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan penyakit ginjal. Sampai saat ini, diare merupakan salah satu penyakit non menular pembunuh bayi pertama.

Untuk mencegah terbentuknya goresan pada melamin, sebaiknya gunakan spons yang lembut untuk mencuci peralatan makan anak-anak, dan usahakan tidak menggosoknya terlalu keras. Selain itu, biasakan juga untuk mencuci peralatan makan di bawah air yang mengalir.

"Mencuci peralatan makan di bawah air yang mengalir akan lebih efektif untuk menghilangkan kuman dan bakteri pada peralatan makan. Bakteri juga tidak menempel kembali seperti jika mencuci dengan air tak mengalir," bebernya. 
by Ponco Hadiyuniyanto

Kamis, 19 Januari 2012

Melaporkan Suami Selingkuh Malah Dipenjara 3 Bulan


SEMARANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah menjatuhkan vonis 3 bulan penjara dengan 6 bulan masa percobaan untuk Bripka Tatik Suryani. Majelis hakim yang diketuai Kisworo menyatakan anggota polisi dari Polda Jawa Tengah itu terbukti melakukan pencemaran nama baik seorang pengusaha Ani Widyastuti.

Majelis hakim berpendapat Tatik terbukti telah mengirim surat pengaduan kepada Kapolri Bambang Hendarso Danuri dengan tembusan 20 alamat.

Dalam pengaduan yang disebut sebagai 'curhat' itu, Bripka Tatik menyertakan sejumlah foto suaminya yang juga anggota polisi, AKP Supriyanto, bersama Ani Widyastuti. Foto-foto tersebut di antaranya adalah foto AKP Supriyanto yang sedang bergandengan tangan dengan Ani.

Sebenarnya dalam surat 'curhat' itu, Bripka Tatik memohon agar Kapolri bersedia memberi saran dan pembinaan kepada suaminya. Alih-alih mendapat perlindungan, surat 'curhat' itu malah jatuh ke tangan Ani. Ani yang merasa dicemarkan namanya dengan surat itu langsung melapor ke Polres Semarang Selatan, di mana suami Bripka Tatik bertugas.

Setelah melalui sidang yang cukup panjang, majelis hakim memutuskan Bripka Tatik Suryani bersalah telah mencemarkan nama baik Ani dan juga melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

"Melihat fakta dan bukti yang dihadapkan jaksa di pengadilan ini, majelis hakim memutuskan menghukum Tatik Suryani, pangkat Bripka, dengan hukuman 3 bulan penjara dan percobaan selama 6 bulan," kata Kisworo saat membacakan putusan di PN Semarang, Kamis 19 Januari 2012.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 6 bulan kurungan, satu tahun percobaan.

Sidang ini mendapat perhatian publik cukup besar. Puluhan ibu rumah tangga yang memberi dukungan langsung menghambur dan memeluk Bripka Tatik. Dengan menggandeng Farel (8) anaknya, Bripka Tatik terus menangis.

Menurut direktur Legal Resource Center Keadilan Jender dan HAM, Fatkhuroji menyebutkan bahwa putusan majelis hakim tersebut mencederai konvensi CEDAW. "Saat pemerintah tengah berupaya serius melindungi perempuan korban, majelis hakim justru bertindak sebaliknya," kata Fatkhuroji.

Sambil memeluk Farel putranya, Bripka Tatik menyampaikan kekecewaannya. "Saya sudah menjadi korban KDRT, dan sekarang jadi terpidana," kata Bripka Tatik.

Sementara itu, Tutik, dari salah satu NGO pendamping Bripka Tatik, menyebutkan pihaknya akan melakukan banding.

Minggu, 15 Januari 2012

Jika Perempuan Tidak Nyaman Bermesraan

"Berani bilang TIDAK"
Kualitas hubungan intim yang buruk bagi perempuan lebih tidak menyenangkan daripada tidak berhubungan sama sekali. Salah satu cara memperbaikinya adalah berani menolak seks saat sedang tidak ingin.
Percaya atau tidak, banyak perempuan mengalami pemerkosaan didalam pernikahan. Itu biasanya terjadi kala istri sedang dalam keadaan tidak prima saat melakukan hubungan. Namun, dia tidak kuasa menolak ajakan lantaran takut sang suami marah atau menuduh macam-macam.
Ada pula perempuan yang selaa pernikahan hanya menganggap seks sebagai kewajiban melayani suami. Sedangkan selama proses percintaan, dia sama sekali tidak bisa menikmati karena berbagai alasan. Alhasil, tiap tiba saat bercinta, jangankan bersemangat, dia malah merasa eggan dan terteror.
"Bagi perempuan, hubungan intim bisa sangat terasa sangat menyedihkan jika mereka sedang tidak menginginkannya. Meskipun tengah melakkan aktifitas seksual, dia merasa tidak connect dengan pasangannya," tutur Debbie Herbenick PhD, seksolog. "Jika dia merasa dipaksa, akan timbul rasa marah dan benci pada pasangan." imbuhnya seperti dilansir Psycologi Today.
Pada perempuan yang bekerja, aktivitas di kantor ditambah stres yang menyertainya bisa menghilangkan gairah dalam sekejap. Bisa juga karena memang sedang sakit atau tengah bersiap berangkat kerja. Sayang, sering pria memandang kondisi yang dihadapi istri itu sebagai hal yang tida penting.
Nah, satu-satunya cara agar tidak terjebak dalam marital rape adalah berani berkata tidak pada suami.

Tentu bukan sembarang tidak.
Herbenick menyarankan istrinya untuk memikirkan baik-baik mengapa tidak ingin berhubungan saat itu. Apakah alasanya karena fisik atau sekedar tidak mood karena stres. Yang penting adalah menekankan bahwa kondisi suami bikanlah penyabab istri tidak ingin bermesraan. "Kalau mau lebih sopan coba katakan, aku ingin sekali melakukannya, tetapi aku sedang sangat lelah. Bagaiana menurutmu? Sebagai suami yang baik, pasti tidak akan memaksa." Namun, meski dengan kata-kata lembut pun tetap saja suami bisa merasa kecewa jika ditolak. Karena itu jangan lupa untuk berjanji mengganti kesempatan bermesraan di lain waktu. Jika perlu, janjikan service special yang biasanya diberikan.