SELAMAT DATANG DIINFO TENTANG KESEHATAN, DAPATKAN APA YANG ANDA CARI DISINI...ADA JUGA ARTIKEL LAIN (SPORT, LIVE STYLE, POLITIK, EKONOMI BISNIS, TEHNOLOGI, SELEBRITI DAN MASIH BANYAK LAGI

Jumat, 13 Januari 2012

Antisipasi penyebaran virus flu burung (H5N1)

Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih menyatakan belum mengetahui jenis unggas apa yang menjangkiti Puguh Dwi Yanto. Puguh, warga Sunter Agung, Jakarta Utara, diduga meninggal dunia akibat virus flu burung pada akhir pekan lalu.

"Itu nanti saya tanyakan apakah sudah ada hasilnya. Ada kontak dengan unggas, tapi belum tahu jenis apa," ujar Endang, Selasa (10/1).

Pemerintah juga akan berkoordinasi agar pemeliharaan unggas di kawasan pemukiman kembali ditertibkan. Ini bertujuan mencegah kembali merebaknya penyebaran virus H5N1.

  Razia unggas kembali digalakkan di berbagai sudut Kota Jakarta, terutama di tempat-tempat warga yang memelihara unggas di tengah permukiman. Dinas Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat, Rabu (11/1) pagi, merazia unggas di kawasan Pasar Baru.

Di beberapa tempat, razia sempat ditolak warga yang merasa peternakan unggas adalah gantungan hidup satu-satunya. Unggas dan tempat pemeliharaannya yang diduga rawan jadi sumber penularan virus flu burung, langsung dimusnahkan.

Sabtu lalu, Puguh Dwi Yanto, 23 tahun, warga Sunter, Jakarta Utara, meninggal karena flu burung. Setelah Puguh meninggal, Dinas Kesehatan memeriksa kondisi kesehatan keluarga dan tetangga almarhum [baca: Virus Flu Burung Mengintai Jakarta].

Menteri Kesehatan Endang Sri Rahayu Sedyaningsih meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena pihaknya telah siap. Obat-obatan untuk menangkal flu burung, seperti tamiflu cukup setidaknya hingga akhir 2012.

Masyarakat diminta juga ikut waspada. Bagi mereka yang kerap berhubungan dengan unggas, diharap selalu menjaga kebersihan kandang unggas, mencuci tangan setelah kontak langsung dengan unggas, menghindari dari kontak langsung dengan unggas yang terlihat sakit, memasak daging atau telur unggas hingga matang sebelum dimakan, serta segera melapor kepada petugas bila mengetahui keberadaan unggas yang sakit atau mati secara mencurigakan.

  Virus flu burung yang mengancam warga Jakarta mendorong petugas Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan kembali mengintensifkan operasi pemusnahan unggas milik warga. Kali ini puluhan unggas dan kandang milik warga Pondok Labu, Cilandak, Jaksel, menjadi target operasi petugas, Kamis (12/1). Hasilnya puluhan unggas, seperti ayam, burung berhasil ditangkap. Unggas-unggas tersebut kemudian dipotong dan dibakar.

Selain unggas sejumlah kandang yang ditengarai sebagai sarang virus flu burung juga dibakar petugas. Tidak ada protes dari warga terkait operasi pemusnahan unggas ini.

Menurut Hasanuddin, Kasi Wasdal Peternakan dan Perikanan DKI, rencananya operasi pemusnahan unggas akan terus dilakukan hingga April mendatang. Sweeping ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus flu burung menyusul tewasnya salah seorang warga Jakarta Utara akibat virus mematikan tersebut [baca: Flu Burung Tewaskan Warga Sunter].
By Ponco Hadiyuniyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar